Rabu, 16 September 2015

What'sApp From Dad

Kemarin tepat tanggal 16-09-2015 sore hari, my dad sent a message yang isinya bawha dia sudah sekuat seperti dulu lagi stamina nya, disana juga tertulis bahwa kita sudah pisah tempat tinggal.
Hemm ya, sudah hampir satu tahun keluarga gue pisah dari satu dekade lebih hubungan yang tidak harmonis itu di pertahankan, tapi kalau ini yang terbaik, apa yang bisa gue lakukan ?
Sekarang gue di Singapore, gue masih WNI tapi gue lebih betah disini, kenapa ? mungkin kalau sudah ada yang pernah ke Singapore akan tau jawabannya.
Gue nggak betah di rumah gue karena atmosphere disana yang tidak gue suka, gue sudah lama ingin keluar dari rumah gue, lebih tepatnya my Hometown. Dari faktor orang-orang di luar, sampai orang-orang dirumah yang membuat gue berfikir kembali untuk tinggal lebih lama dan bahkan mati di kampung gue sendiri.
Mungkin banyak yang nge judge gue "Kacang Lupa Sama Kulit", itu terserah mereka, tapi yang pasti gue punya alasan untuk melakukan ini.
Gue terpaksa tinggalkan keluarga gue disana, karena mereka tidak membutuhkan gue yang lagi jatuh ini, mungkin kalau sudah berdiri lagi akan banyak yang membutuhkan gue, biarlah.

Gue memutuskan pergi setelah gue mendengar kata-kata yang seharusnya todak di ucapkan oleh seorang ibu " Percuma punya anak laki tapi tidak berguna", yaa mungkin ini buntut permasalaham dari ditolaknya gue bekerja di Dubai, dan dropped out nya gue dari sekolah.
Lalu kenapa tidak cari kerja ? I've tried, but in this moment I have to wait, sekarang gue lagi jatuh-jatuh nya, mimpi gue hancur, keluarga gue hancur, dan hidup gue hancur, bukan maksud untuk mengeluh, tapi gue rasa ini terlalu cepat jika semuanya datang bersamaan.

I don't mad at her (my mother), but I disappointed with the words that out from her mouth, gue tau gue belum bisa membahagiakan dia, tapi bukan berarti gue bisa di cap sebagai orang yang tidak berguna, alasan gue pulang ke rumah dan tinggal adalah keluarga gue, tapi kalau begini gue rasa gue nggak punya alasan lagi untuk tetap tinggal disana. Ibarat gue lagi kehujanan gue tidak berharap di berikan rumah, atau tenda yang besar, gue cuma berharap di berikan payung untuk tetap berjalan di derasnya hujan dari orang yang gue sayang yaitu keluarga gue, tapi harapan hanyalah harapan, jangankan payung, support saja tidak gue dapatkan.

Yaa yang lalu biarlah berlalu, gue ingin mencari tempat yang bisa gue sebut rumah, menurut gue rumah adalah dimana tempat untuk pulang dan ada seseorang yang merindukan gue, memikirkan gue, menghawatirkan gue dengan tulus, dan sampai sekarang gue belum menemukannya, dan gue berharap gue akan menemukannya suatu hari nanti, entah itu di pulau manapun, kota, negara , bahkan di benua manapun itu.

Jumat, 17 Oktober 2014

BackUp rom Hp Cyrus Evdo 1000 via Roadkill

Aplikasi roadkill atau disk image download disini

Drivernya download disini
jika gagal, bisa cari di google  Qualcomm-HS-USB diagnostic 9006 Driver

Caranya bisa dilihat atau download disini 

File hasil backUp via Roadkill download disini

Custom Rom untuk Cyrus Evdo 1000

Group Facebook Cyrus Evdo 1000 : Group Evdo 1000

Custom Rom Nokia X for Cyrus Evdo 1000 : Download disini
Maaf tidak bisa menampilkan Screen Shot
Gapps (Google Apps) No 1 download disini
                                  No 2  dan disini
Note : Play strore, Google Service in No 1
           Google launcher, maps, etc in No 2

How to Install :

Which one of those !, example "number 1"
Extrack zip file, and then push all or some apps to System/app.



If you have old gapps (google apps) in your devce, you have to delete before push toSystem/app.


Leave comment if you have any questions !!! or contact me in my Facebook and BBM 7d6f6294

Stock Rom for Cyrus Evdo 1000 : Download disini

Tampilan sama seperti Rom asli

Custom Rom AOSP Clarion by Akbar Fauzi :

Screen Shot :






Buka linknya jgn pakai opera mini ya, suka gk kebaca., 
Untuk merubah ke GSM-GSM : *#4636*#
Note : Untuk internet SIM 1, buka APN di SIM1 dan reset to default, dan buat APN baru, untuk contoh saya gunakan provider ESIA.

APN esia.
Name : Esia
Apn : #777

Proxy : kosongin
Port : kosongin
Username dan password : esia
Server sampai MMS port kosongin.
MCC :510
MNC : 99
authentication type : Pap or Chap.

 APN type : de;fault,supl,hipri,mms
APN protocol : IPv4
APN roaming protocol : IPv4


Utk yg gk bisa download BBM di play store, coba download di one mobile market.http://market.1mobile.com/m/?cid=&from=pcmarket201404

Pasang CWM via  terminal emulator, dengan catatan file recovery.img sudah ada di sdcard, stepnya :
$ su
# dd if=/sdcard/recovery.img of=/dev/block/mmcblk0p13

# reboot recovery 

Download recovery.img 

Biasakan BackUp sebelum flash Rom, bisa lewat Roadkill, atau CWM. Kelebihan BackUp lewat Roadkill bisa restore file dalam keadaan Hp mati, atau Fastboot, dan digunakan juga sebagai cara mengatasi Hardbrick, kekurangannya adalah file besar dan harus menggunakan Komputer atau Laptop. Sedangkan lewat CWM kelebihannya File backUp tidak lebih dari 2Gb, kekurangannya jika Hp dalam kondisi Mati atau Hardbrick, tidak bisa restore file backUp

Cara BackUp via Roadkill bisa dilihat disini

Jumat, 10 Oktober 2014

I'll take my revenge.

Mereka yang dulu gue panggil "Saudara", mereka yang dulu gue percaya, tapi sekarang mereka yang gue panggil "Musuh". Dulu keluarga gue normal seperti keluarga lainnya, sarapan pagi dengan tawa, saling sapa, begitu juga dengan makan malam, dulu disaat bokap gue pulang kerja nyokap gue menyambut dengan ramahnya, sayangnya sekarang sudah tidak seperti itu lagi...
Kenapa ? Itu karena orang-orang yang dulu gue sebut "Saudara". Nggak ngerti kenapa saat nyokap gue pulang dari rumah saudara perilakunya berubah, seperti orang yang dicuci otaknya. Semakin sering nyokap gue kesana, semakin parah perubahan sikapnya. Dan akhirnya keluarga gue pun pindah di lingkungan mereka, disinilah keluarga gue seperti dikutuk, keadaan semakin memburuk, saling berburuk sangka, saling hina, gue hanya bisa melihat tanpa bisa banyak berbuat.
Tidak terasa hampir 20thn keadaan seperti ini, ada hari dimana gue pikir ini  berakhir, tapi gue salah, ini hanya fase tenang, layaknya penyakit yang sewaktu² bisa kambuh.
Sekarang keluarga gue hancur, hancur sehancur hancurnya, layaknya bangunan yang sudah ditanamkan Bom dan akhirnya bom itu meledak dan menghancurkan semuanya.
Sekarang mereka tertawa, puas, bahagia, mengibarkan bendera, dan berteriak meneriakkan pesan keberhasilan mereka karena telah menghancurkan keluarga gue. Apakah gue ikut hancur ? iya, gue hancur, hati gue, semangat gue, hancur semua...
but, it's not over yet...
Ingat, disaat seseorang dipenuhi kebencian dihatinya, orang itu bisa melakukan sesuatu yang diluar batasnya.
This my words, "What they did to my family, I'll make them pay for it, I'll take my revenge"

Rabu, 27 Agustus 2014

Save Our Children

Banyak orang tua yang memproklamasikan diri bahwa dia tahu seluk beluk anaknya, segala tentang anaknya dia tahu, tapi berbanding terbalik dengan kenyataan. Banyak anak yang sifatnya tertutup, menutup diri dari kawan-kawannya, dari orang sekitar, bahkan dari orang tuanya sendiri, dan lucunya itu terjadi dengan gue sendiri. Mereka tidak tahu, bahkan tidak tahu sama sekali.

Bukan bermaksud untuk menghina orang tua sendiri, tapi gue rasa sudah saatnya gue berpendapat, dan tidak ada hukum yang melarang keras untuk mengungkapkan pendapat, ya kan?

Keluarga yang baik tidak selamanya anak harus mengerti orang tua, tapi orang tua juga harus mengerti anaknya. Anak juga punya hak untuk mengikuti keinginannya, mereka juga punya hak untuk merasakan senang. Haruskah mereka hidup dalam ketakutan akan dimarahi bahkan disiksa oleh orang tuanya sendiri selamanya?

Banyak Orang tua yang bersikap keras terhadap anaknya, keras fisik, maupun non fisik. Orang tua yang keras itu berdalih "ini cara yang terbaik untuk anakku", jika itu memang benar anaknya akan semakin hari semakin baik, tapi bagaimana jika orang tua itu salah, bukanya semakin baik, tapi malah semakin hancur anak itu. Mereka tidak sadar telah merusak kepribadian anaknya sendiri, anaknya sendiri lho bukan anak orang lain, nggak habis pikir gue...

Orang tua yang kasar itu memaksa keinginan orang tua yang mereka anggap baik untuk anaknya dengan cara yang sadis, dengan ancaman, sumpah serapah, bahkan tidak ragu-ragu dengan kekerasan fisik. Kepribadian setiap anak berbeda, begitu juga dengan kelebihan dan kekurangan setiap anak juga berbeda. Jangan bandingkan anak-anakmu dengan anak-anak yang lain, mereka berbeda, jika kalian para orang tua di bandingkan dengan orang tua yg lain apa kalian suka?.

Tidakkah kalian tersentuh melihat anak-anakmu menangis, menjerit, berteriak? Atau kalian malah bangga?
Bukan hanya air mata yang menetes, tetesan darah juga keluar dari badannya akibat siksaan fisikmu yang tidak kenal ampun. Tidak selamanya untuk menciptakan anak yang baik dengan cara yang keras. Tidak selamanya kekerasan itu dibutuhkan. They ain't Robot, they're human, your children.

Anak-anak adalah penerus bangsa, penerus keluarga, bagaimana jika anak-anak itu hancur, akan seperti apa bangsa ini? Akan seperti apa penerus keluargamu?   Tidakkah kau berfikir sampai situ?
Anak-anak yang dididik dengan cara yang salah akan tumbuh besar dan kemungkinan mewariskan sifat kasar orang tuanya, apa itu yang para orang tua mau? sifat para penjajah, sifat para pembunuh, sifat yang seharusnya tidak diterapkan terhadap anaknya sendiri.
Sampai kapan kalian mendidik anak-anakmu seperti ini?
Akankah kalian puas jika anak-anakmu yang kalian didik dengan cara kasar itu sekarat dan mati di depan matamu?

"Save Our Children" by Fauzi

Selasa, 17 Juni 2014

Entahlah...

Dulu gue sering mendengar atau menyaksikan ceramah yang menyinggung "Hidup di dunia ini hanya sementara", berkali kali gue dengar dan menyaksikan, ENTAH dari Tv, Radio, atau menyaksikan langsung, tapi yang bodohnya berkali kali juga gue nggak perduli, alasanya apa?  ENTAHLAH...

Gue punya cita-cita berkeliling Dunia, "GILA LO" begitu kata orang-orang setelah gue menyampaikan impian gue ke mereka. Gue juga punya mimpi sekolah di negara orang, "SOMBONG BANGET LO" kata itu langsung keluar dari mulut orang-orang setelah mendengar impian gue. Kenapa mereka begitu membenci gue?  ENTAHLAH...

Akhirnya gue lulus dari sekolah gue, dan gue siap mewujudkan Impian gue. Ingin rasanya gue beli mulut mulut mereka, but not this time. Gue putar otak, "Apa yang harus gue lakukan agar bisa terwujud impian impian gue?" Pertanyaan itu terus menghantui gue setiap hari, tapi apa yg sudah gue lakukan sudah cukup?  ENTAHLAH...

Yaa gue nggak tinggal diam, gue coba bekerja apapun untuk mewujudkan cita cita gue, jadi dishwasher, jadi pelayan, jadi tukang masak, jadi barista, tapi itu belum cukup, itu malah membuat terikat lebih ketat, dan gue merasa "kalau seperti ini terus gue tidak akan bisa mewujudkannya", gue bukan type orang sabar. Orang bilang itu keburukan gue ENTAHLAH, tapi gue rasa itu kelebihan gue, gue bisa menyelesaikan pekerjaann yang seharusnya seminggu selesai ini hanya makan waktu 3 hari, bahkan kurang.

Gue coba cari pekerjaan dimana gue tidak terikat, dan gue bisa mewujudkan impian gue, tapi itu sia sia. Pada suatu hari, tepatnya malam hari, my father told me "Akbar on November we are going to Singapore". I thought I was dreaming, but it's real, he showed me 2 tickets, for me and for him. It's fucking crazy, I was feeling happy. But memang ada yang harus gue korbankan, gue harus meninggalkan motor gue, yang saat itu gue merasa "itu pacar gue", dan juga harus menahan rindu dengan kakak, adek, dan nyokap gue. Yaa pada akhirnya gue juga harus rela kehilangan salah satu dari mereka suatu saat nanti, "Hidup di dunia ini sementara" namanya juga sementara ya pasti akan pergi, atau mungkin gue yang pergi duluan. ENTAHLAH...

Pada hari keberangkatan, I felt like a soldier who want to go to the battlefield. I brought a big backpack, my clothes, and my lovely leppy (Laptop). This is first time for me to travel by aeroplane, It was crazy. I was feeling like an idiot in the airport. Tiba lah pesawat mulai bergerak untuk terbang ke tempat tujuan, for second time I like an idiot. Finally the aeroplane was arrived in Changi Airport, I thought I was dreaming again. Singkat cerita gue dan bokap gue menginjakkan kaki di negara orang. It was fucking crazy haha. Bokap gue meminta gue tinggal di sini untuk beberapa bulan, yang pastinya gue nggak nolak. Saat itu gue ingat mimpi gue dulu untuk menjelajah dunia, mungkinkah ini permulaan dari mimpi gue? ENTAHLAH...

Beberapa bulan gue lewati, gue merasa nyaman disini, it's better than my hometown. Sampai gue punya rencana menikah dan mempunyai keluarga kecil di sini haha. Dan gue sadar, kalau gue ingin mengelilingi dunia, dengan kata lain, negara tempat gue berada adalah singgahan saja. Gue nggak boleh terlena disini, gue harus focus sama tujuan dan impian gue, it's new the beginning. Gue harus menyiapkan bekal buat perjalanan panjang gue nanti. Begitu juga kehidupan manusia yang hanya sementara di bumi ini, kita harus menyiapkan bekal untuk di kehidupan selanjutnya. Dan akhirnya gue pun baru perduli tentang ceramah ceramah yang dulu gue sering dengarkan bahwa "Hidup di dunia ini hanyalah sementara" begitu juga dengan perjalanan gue, gue hanya sementara disini, dan kemanakah tujuan gue selanjutnya? ENTAHLAH...

Kamis, 12 Juni 2014

My Family is Everything

Assalamualaikum wr.wb.

Sudah enam bulan lebih gue meninggalkan rumah dan keluarga gue, entah bagaimana kabar mereka. Gue bingung harus mulai darimana...
Ok, selama lebih dari enam bulan inI, gue dapat banyak pelajaran. Lebih banyak dari apa yg gue bayangkan, gue dapat bagaimana cara mandiri, cara berhemat,dll.
Sesuai judul, gue mau bahas tentang keluarga gue, setiap orang dan makhluk hidup pasti punya keluarga, begitu juga dengan gue. Apa yang istimewanya dari keluarga gue sehingga gue bahas disini? Setiap keluarga pasti punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing, tp keluarga gue istimewa setudaknya itu menurut gue...
19 tahun yang lalu masalah di keluarga gue dimulai, dan parahnya sampai sekarang gue belum yakin permasalahannya selesai, ahh persetan dengan masa lalu.
Kini gue ingin memulai hidup baru, ditempat yang baru, dan nama nickname gue yang baru yaitu "Fauzi" yang sebelumnya "Akbar", gue punya banyak alasan kenapa gue ganti nickname gue, setiap orang mempunyai masa lalu yang ingin dilupakan, dan begitu juga gue.
Kembali tentang keluarga gue, kenapa gue sebut mereka istimewa?  Karena mereka memilki apa yang keluarga lain belum tentu punya, yaitu semangat, ilmu.
Bokap gue pernah bilang ke gue yang satu satunya anak laki-laki mereka, beliau bilang seperti ini "Ayah tidak bisa memberimu warisan seperti keluarga yang lain, ayah tidak bisa memberimu uang yang berlimpah, mobil mewah, berhektar tanah, dsb. Tapi ayah hanya bisa memberimu ilmu, semangat, dan do’a." Dan saat beliau bilang seperti itu gue terdiam, karena itu jauh di luar harapan gue.
Semakin hari, semakin gue sadar apa yang orang tua gue kasih ke anak²nya, lebih berarti dari harta, dan ber hektar tanah yang luas itu. Ilmu, semangat, dan do’a ternyata itu yg gue butuhkan, tanpa itu gue hanya sampah yang menumpang hidup di keluarga gue, apalagi hanya gue satu²nya anak laki-laki.
Kembali ke masa dimana gue memulai perjalanan panjang gue, beberapa hari sebelum gue berangkat gue sudah meminta restu dari orang tua gue, terutama nyokap gue. Mungkin pada saat itu mereka dengan berat hati memberikan izin kepada gue, gue bisa baca raut wajahnya. Tapi ini impian gue, gue pernah bersumpah "Sampai matipun  akan ku kejar impian ku".
Setelah gue pergi, orang yang pertama menanyakan kabar secara rutin, ialah keluarga gue, no one else.
Mereka terdengar senang di ujung telepon itu, krna gue sudah tiba dengan selamat. Yaiyalah mana ada keluarga yang benci mendengar anaknya tiba dengan selamat.
Minggu demi minggu, bulan demi bulan, hanya mereka yang memberi perhatian kepada gue seperti ini. Pada saat itu gue teringat saat gue sakit, yang pertama memberikan perhatian ialah nyokap gue, disaat gue butuh perlindungan yang pertama melindungi ialah bokap gue, disaat gue butuh bantuan menyelesaikan PR sekolah gue, yang pertama membantu gue ialah kakak gue, dan disaat gue butuh teman untuk sekedar bercanda yang pertama hadir ialah adik perempuan gue.
Dan bodohnya lagi kenapa gue baru sadar saat gue jauh dari mereka?
Dulu gue anggap mereka pengganggu, yang menyusahkan, kini gue termakan omongan gue sendiri, damn.
Each time I see a little girls, it makes me remember my lovely youngest sister. Each time I see a family, it makes me sad, why I'm so stupid?
Sekarang gue mengerti apa arti dari sebuah keluarga, terlepas dari kekurangan keluarga gue, gue bersyukur dilahirkan di keluarga ini.
Gak ada satupun yang lebih setia di bandingkan dengan keluarga, gue lebih memilih di jauhi oleh orang² di seluruh dunia daripada di jauhi oleh keluarga gue.
Masih banyak cerita tentang keluarga gue, terlebih lagi keluarga besar gue.
I wish one day, gue bisa membalas mereka walaupun gue yakin itu tidak akan cukup.
Wassalam
By Fauzi.