Dulu gue sering mendengar atau menyaksikan ceramah yang menyinggung "Hidup di dunia ini hanya sementara", berkali kali gue dengar dan menyaksikan, ENTAH dari Tv, Radio, atau menyaksikan langsung, tapi yang bodohnya berkali kali juga gue nggak perduli, alasanya apa? ENTAHLAH...
Gue punya cita-cita berkeliling Dunia, "GILA LO" begitu kata orang-orang setelah gue menyampaikan impian gue ke mereka. Gue juga punya mimpi sekolah di negara orang, "SOMBONG BANGET LO" kata itu langsung keluar dari mulut orang-orang setelah mendengar impian gue. Kenapa mereka begitu membenci gue? ENTAHLAH...
Akhirnya gue lulus dari sekolah gue, dan gue siap mewujudkan Impian gue. Ingin rasanya gue beli mulut mulut mereka, but not this time. Gue putar otak, "Apa yang harus gue lakukan agar bisa terwujud impian impian gue?" Pertanyaan itu terus menghantui gue setiap hari, tapi apa yg sudah gue lakukan sudah cukup? ENTAHLAH...
Yaa gue nggak tinggal diam, gue coba bekerja apapun untuk mewujudkan cita cita gue, jadi dishwasher, jadi pelayan, jadi tukang masak, jadi barista, tapi itu belum cukup, itu malah membuat terikat lebih ketat, dan gue merasa "kalau seperti ini terus gue tidak akan bisa mewujudkannya", gue bukan type orang sabar. Orang bilang itu keburukan gue ENTAHLAH, tapi gue rasa itu kelebihan gue, gue bisa menyelesaikan pekerjaann yang seharusnya seminggu selesai ini hanya makan waktu 3 hari, bahkan kurang.
Gue coba cari pekerjaan dimana gue tidak terikat, dan gue bisa mewujudkan impian gue, tapi itu sia sia. Pada suatu hari, tepatnya malam hari, my father told me "Akbar on November we are going to Singapore". I thought I was dreaming, but it's real, he showed me 2 tickets, for me and for him. It's fucking crazy, I was feeling happy. But memang ada yang harus gue korbankan, gue harus meninggalkan motor gue, yang saat itu gue merasa "itu pacar gue", dan juga harus menahan rindu dengan kakak, adek, dan nyokap gue. Yaa pada akhirnya gue juga harus rela kehilangan salah satu dari mereka suatu saat nanti, "Hidup di dunia ini sementara" namanya juga sementara ya pasti akan pergi, atau mungkin gue yang pergi duluan. ENTAHLAH...
Pada hari keberangkatan, I felt like a soldier who want to go to the battlefield. I brought a big backpack, my clothes, and my lovely leppy (Laptop). This is first time for me to travel by aeroplane, It was crazy. I was feeling like an idiot in the airport. Tiba lah pesawat mulai bergerak untuk terbang ke tempat tujuan, for second time I like an idiot. Finally the aeroplane was arrived in Changi Airport, I thought I was dreaming again. Singkat cerita gue dan bokap gue menginjakkan kaki di negara orang. It was fucking crazy haha. Bokap gue meminta gue tinggal di sini untuk beberapa bulan, yang pastinya gue nggak nolak. Saat itu gue ingat mimpi gue dulu untuk menjelajah dunia, mungkinkah ini permulaan dari mimpi gue? ENTAHLAH...
Beberapa bulan gue lewati, gue merasa nyaman disini, it's better than my hometown. Sampai gue punya rencana menikah dan mempunyai keluarga kecil di sini haha. Dan gue sadar, kalau gue ingin mengelilingi dunia, dengan kata lain, negara tempat gue berada adalah singgahan saja. Gue nggak boleh terlena disini, gue harus focus sama tujuan dan impian gue, it's new the beginning. Gue harus menyiapkan bekal buat perjalanan panjang gue nanti. Begitu juga kehidupan manusia yang hanya sementara di bumi ini, kita harus menyiapkan bekal untuk di kehidupan selanjutnya. Dan akhirnya gue pun baru perduli tentang ceramah ceramah yang dulu gue sering dengarkan bahwa "Hidup di dunia ini hanyalah sementara" begitu juga dengan perjalanan gue, gue hanya sementara disini, dan kemanakah tujuan gue selanjutnya? ENTAHLAH...