Selasa, 17 Juni 2014

Entahlah...

Dulu gue sering mendengar atau menyaksikan ceramah yang menyinggung "Hidup di dunia ini hanya sementara", berkali kali gue dengar dan menyaksikan, ENTAH dari Tv, Radio, atau menyaksikan langsung, tapi yang bodohnya berkali kali juga gue nggak perduli, alasanya apa?  ENTAHLAH...

Gue punya cita-cita berkeliling Dunia, "GILA LO" begitu kata orang-orang setelah gue menyampaikan impian gue ke mereka. Gue juga punya mimpi sekolah di negara orang, "SOMBONG BANGET LO" kata itu langsung keluar dari mulut orang-orang setelah mendengar impian gue. Kenapa mereka begitu membenci gue?  ENTAHLAH...

Akhirnya gue lulus dari sekolah gue, dan gue siap mewujudkan Impian gue. Ingin rasanya gue beli mulut mulut mereka, but not this time. Gue putar otak, "Apa yang harus gue lakukan agar bisa terwujud impian impian gue?" Pertanyaan itu terus menghantui gue setiap hari, tapi apa yg sudah gue lakukan sudah cukup?  ENTAHLAH...

Yaa gue nggak tinggal diam, gue coba bekerja apapun untuk mewujudkan cita cita gue, jadi dishwasher, jadi pelayan, jadi tukang masak, jadi barista, tapi itu belum cukup, itu malah membuat terikat lebih ketat, dan gue merasa "kalau seperti ini terus gue tidak akan bisa mewujudkannya", gue bukan type orang sabar. Orang bilang itu keburukan gue ENTAHLAH, tapi gue rasa itu kelebihan gue, gue bisa menyelesaikan pekerjaann yang seharusnya seminggu selesai ini hanya makan waktu 3 hari, bahkan kurang.

Gue coba cari pekerjaan dimana gue tidak terikat, dan gue bisa mewujudkan impian gue, tapi itu sia sia. Pada suatu hari, tepatnya malam hari, my father told me "Akbar on November we are going to Singapore". I thought I was dreaming, but it's real, he showed me 2 tickets, for me and for him. It's fucking crazy, I was feeling happy. But memang ada yang harus gue korbankan, gue harus meninggalkan motor gue, yang saat itu gue merasa "itu pacar gue", dan juga harus menahan rindu dengan kakak, adek, dan nyokap gue. Yaa pada akhirnya gue juga harus rela kehilangan salah satu dari mereka suatu saat nanti, "Hidup di dunia ini sementara" namanya juga sementara ya pasti akan pergi, atau mungkin gue yang pergi duluan. ENTAHLAH...

Pada hari keberangkatan, I felt like a soldier who want to go to the battlefield. I brought a big backpack, my clothes, and my lovely leppy (Laptop). This is first time for me to travel by aeroplane, It was crazy. I was feeling like an idiot in the airport. Tiba lah pesawat mulai bergerak untuk terbang ke tempat tujuan, for second time I like an idiot. Finally the aeroplane was arrived in Changi Airport, I thought I was dreaming again. Singkat cerita gue dan bokap gue menginjakkan kaki di negara orang. It was fucking crazy haha. Bokap gue meminta gue tinggal di sini untuk beberapa bulan, yang pastinya gue nggak nolak. Saat itu gue ingat mimpi gue dulu untuk menjelajah dunia, mungkinkah ini permulaan dari mimpi gue? ENTAHLAH...

Beberapa bulan gue lewati, gue merasa nyaman disini, it's better than my hometown. Sampai gue punya rencana menikah dan mempunyai keluarga kecil di sini haha. Dan gue sadar, kalau gue ingin mengelilingi dunia, dengan kata lain, negara tempat gue berada adalah singgahan saja. Gue nggak boleh terlena disini, gue harus focus sama tujuan dan impian gue, it's new the beginning. Gue harus menyiapkan bekal buat perjalanan panjang gue nanti. Begitu juga kehidupan manusia yang hanya sementara di bumi ini, kita harus menyiapkan bekal untuk di kehidupan selanjutnya. Dan akhirnya gue pun baru perduli tentang ceramah ceramah yang dulu gue sering dengarkan bahwa "Hidup di dunia ini hanyalah sementara" begitu juga dengan perjalanan gue, gue hanya sementara disini, dan kemanakah tujuan gue selanjutnya? ENTAHLAH...

Kamis, 12 Juni 2014

My Family is Everything

Assalamualaikum wr.wb.

Sudah enam bulan lebih gue meninggalkan rumah dan keluarga gue, entah bagaimana kabar mereka. Gue bingung harus mulai darimana...
Ok, selama lebih dari enam bulan inI, gue dapat banyak pelajaran. Lebih banyak dari apa yg gue bayangkan, gue dapat bagaimana cara mandiri, cara berhemat,dll.
Sesuai judul, gue mau bahas tentang keluarga gue, setiap orang dan makhluk hidup pasti punya keluarga, begitu juga dengan gue. Apa yang istimewanya dari keluarga gue sehingga gue bahas disini? Setiap keluarga pasti punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing, tp keluarga gue istimewa setudaknya itu menurut gue...
19 tahun yang lalu masalah di keluarga gue dimulai, dan parahnya sampai sekarang gue belum yakin permasalahannya selesai, ahh persetan dengan masa lalu.
Kini gue ingin memulai hidup baru, ditempat yang baru, dan nama nickname gue yang baru yaitu "Fauzi" yang sebelumnya "Akbar", gue punya banyak alasan kenapa gue ganti nickname gue, setiap orang mempunyai masa lalu yang ingin dilupakan, dan begitu juga gue.
Kembali tentang keluarga gue, kenapa gue sebut mereka istimewa?  Karena mereka memilki apa yang keluarga lain belum tentu punya, yaitu semangat, ilmu.
Bokap gue pernah bilang ke gue yang satu satunya anak laki-laki mereka, beliau bilang seperti ini "Ayah tidak bisa memberimu warisan seperti keluarga yang lain, ayah tidak bisa memberimu uang yang berlimpah, mobil mewah, berhektar tanah, dsb. Tapi ayah hanya bisa memberimu ilmu, semangat, dan do’a." Dan saat beliau bilang seperti itu gue terdiam, karena itu jauh di luar harapan gue.
Semakin hari, semakin gue sadar apa yang orang tua gue kasih ke anak²nya, lebih berarti dari harta, dan ber hektar tanah yang luas itu. Ilmu, semangat, dan do’a ternyata itu yg gue butuhkan, tanpa itu gue hanya sampah yang menumpang hidup di keluarga gue, apalagi hanya gue satu²nya anak laki-laki.
Kembali ke masa dimana gue memulai perjalanan panjang gue, beberapa hari sebelum gue berangkat gue sudah meminta restu dari orang tua gue, terutama nyokap gue. Mungkin pada saat itu mereka dengan berat hati memberikan izin kepada gue, gue bisa baca raut wajahnya. Tapi ini impian gue, gue pernah bersumpah "Sampai matipun  akan ku kejar impian ku".
Setelah gue pergi, orang yang pertama menanyakan kabar secara rutin, ialah keluarga gue, no one else.
Mereka terdengar senang di ujung telepon itu, krna gue sudah tiba dengan selamat. Yaiyalah mana ada keluarga yang benci mendengar anaknya tiba dengan selamat.
Minggu demi minggu, bulan demi bulan, hanya mereka yang memberi perhatian kepada gue seperti ini. Pada saat itu gue teringat saat gue sakit, yang pertama memberikan perhatian ialah nyokap gue, disaat gue butuh perlindungan yang pertama melindungi ialah bokap gue, disaat gue butuh bantuan menyelesaikan PR sekolah gue, yang pertama membantu gue ialah kakak gue, dan disaat gue butuh teman untuk sekedar bercanda yang pertama hadir ialah adik perempuan gue.
Dan bodohnya lagi kenapa gue baru sadar saat gue jauh dari mereka?
Dulu gue anggap mereka pengganggu, yang menyusahkan, kini gue termakan omongan gue sendiri, damn.
Each time I see a little girls, it makes me remember my lovely youngest sister. Each time I see a family, it makes me sad, why I'm so stupid?
Sekarang gue mengerti apa arti dari sebuah keluarga, terlepas dari kekurangan keluarga gue, gue bersyukur dilahirkan di keluarga ini.
Gak ada satupun yang lebih setia di bandingkan dengan keluarga, gue lebih memilih di jauhi oleh orang² di seluruh dunia daripada di jauhi oleh keluarga gue.
Masih banyak cerita tentang keluarga gue, terlebih lagi keluarga besar gue.
I wish one day, gue bisa membalas mereka walaupun gue yakin itu tidak akan cukup.
Wassalam
By Fauzi.